Jumat, 25 April 2014

Allah have the best way.




Tak ada takdir yang menuntun kita menuju kesalahan. Semua begitu nyata, bahkan kita tak akan menyadari sampai akhirnya kita benar-benar mengerti bahwa takdir Tuhan selalu berakhir indah.

Aku tak pernah bercita-cita untuk kuliah disini. Saat banyak orang berambisius, berharap, berdoa, dan berusaha mewujudkan mimpi mereka untuk berada disini. Lalu bagaimana denganku? Aku bahkan sampai detik ini masih bingung mengapa aku ada disini. Namun perlahan aku menemukan jawaban yang begitu sempurna. Takdir yang begitu sempurna.

Tuhan menakdirkan aku disini bukan tanpa alasan, bukan tanpa tujuan, namun meyakinkan aku bahwa aku mampu untuk belajar, untuk bersaing diantara orang-orang hebat disini. Tuhan memberikan semua yang aku butuhkan, bukan yang aku inginkan.

Tuhan menamparku melalui orang-orang hebat. Sakit? Memang. Namun maknanya begitu indah.

Kenyataan terus mengajarkanku bahwa terlalu banyak orang hebat di sekelilingku. Bukan untuk aku kalahkan, namun kujadikan sebagai kaca. Aku sama seperti mereka, lalu bagaimana mungkin aku tidak bisa menjadi seperti mereka? Dosenku pernah berkata bahwa kita semua ditakdirkan menjadi manusia yang pintar, namun bagaimana cara kita agar kita bisa mendekatkan pada kepintaran itu.

Tujuan hidup bukan tentang bagaimana kita bisa mencapai apa yang kita inginkan, namun bagaimana kita bisa melalui semua tantangan itu dan akhirnya hasil yang akan menjadi sebuah bonus. Disini, aku banyak belajar tentang kesederhanaan. Bahwa untuk menjadi bahagia tidak butuh sesuatu yang berlebihan, namun bisa berbagi, bisa bersyukur, dan bisa menikmati setiap tawa bersama-sama adalah suatu kesederhanaan yang luar biasa. Bahagia memang selalu sederhana.

Disini, aku banyak belajar tentang kekuatan. Bahwa untuk menjadi kuat, tidak harus berpura-pura tidak menangis dan terus tersenyum didepan mereka. Namun bagaimana kita bisa terus ikhlas menjalani kehidupan, terus menikmati setiap proses kehidupan, dan tidak mengeluh walaupun kadang butuh untuk mengeluh agar sedikit merasa lega. Namun, menurutku mengeluh bukan hal yang perlu dilakukan. Mengeluh sama saja kita tak bersyukur. Padahal masih terlalu banyak hal yang harus di syukuri, apapun itu. Mengeluh tidak akan merubah keadaan, tidak akan menjadikan kita menjadi kuat, bahkan mirisnya mengeluh hanya mengartikan bahwa kita orang yang lemah.

Untuk pertama kalinya aku merasakan bagaimana harus jauh dari keluarga, terutama Ibu. Semua terasa begitu sulit, begitu sakit, dan begitu menakutkan. Aku tidak pernah berfikir bahwa jauh dari Ibu akan begitu menyakitkan. Namun, yang kita tahu, Tuhan tidak akan pernah memberi cobaan diluar batas kemampuan umatnya.

God's plan is always the best. Sometimes the process is painful and hard.

Aku masih begitu ingat, pertama kali ketika aku pergi ke Bogor, saat satu jam perjalanan, tiba-tiba ada sms dari Ibu, beliau mengatakan "baru di tinggal kamu bentar aja, udah kerasa banget. Gak denger suara cempreng kamu lagi, ndok. Semoga Ibu bisa kuat ya tanpa kamu....". Bagaimana mungkin hal itu tidak begitu menyakitkan. Perpisahan memang selalu menjadi hal yang paling sulit.

Suatu hari, akan ada saat ketika kita bisa menerima mengapa segala sesuatu harus demikian berjalan. Mungkin kita tidak akan sepenuhnya mengerti mengapa kadang Tuhan bertindak tidak sederhana, berbelit-belit, rumit, membingungkan, dan menyakitkan. Tapi setidaknya, kita akan paham makna pesan Tuhan. Setidaknya, kita akan tahu bahwa Tuhan mendewasakan kita dengan itu.

Namun, aku belajar dan mengerti bahwa kebersamaan tidak akan pernah bisa di beli, hanya bisa di ciptakan. Kebersamaan itu mungkin tidak akan sesering dulu, ketika aku belum pergi untuk kuliah disini.

Rasa cinta itu kadang semakin jernih ketika kita harus terpisah. Rasa cinta itu bisa tumbuh subur di tempat yang asing dan jauh. Rasa cinta itu tumbuh melalui jalan yang berliku, melalui gelap dan air mata. Rasa cinta yang seperti itu sejatinya akan menjadikan kita kuat.

Jum'at dan hujan. Adalah dua waktu yang sangat di anjurkan untuk berdoa. Saat ini aku berdoa, aku berterimakasih untuk jalan yang begitu indah yang telah Tuhan takdirkan untukku. Menghargai setiap nafas dalam kehidupan adalah salah satu hal yang ku lakukan agar Tuhan mewujudkan segala harapan.

And now I think I have found what is needed for happines. We only have one Mom and Dad, love them, respect them, make them happy,and proud before one day you'll regret it. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar